Home » Posts filed under Artikel
Oleh
: Kristina Damayanti S.Pd
(TK
Kemala Bhayangkari 43)
Telah
kita maklumi bersama bahwa media pembelajaran memainkan peran yang cukup
penting untuk mewujudkan kegiatan belajar menjadi lebih efektif dan efisien,
hal ini karena media pembelajaran memiliki posisi sentral dalam proses belajar
dan bukan semata-mata sebagai alat bantu pembelajaran.
Media
pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan
dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan,
perhatian dan minat, serta perhatian siswa sehingga proses belajar terjadi .
Perencanaan
adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai
tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Tanpa suatu
perencanaan maka proses pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tidak
dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu perencanaan memiliki tahapan paling penting
dari fungsi manajemen itu sendiri, terutama dalam menghadapi lingkungan
eksternal yang berubah dinamis. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus
lebih mengandalkan prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya pada
intuisi dan firasat
Orang tua mana yang tidak menginginkan anaknya
menjadi anak yang pandai, cerdas atau
bahkan jenius. Ya, mempunyai anak pandai,
cerdas atau bahkan jenius tentu menjadi
dambaan semua orang tua. Tapi tahukah kita bahwa pandai, cerdas dan jenius itu
sebenarnya adalah satu hal berbeda ? Terkadang kita sering mencampuradukkan
pengertian pandai, cerdas dan jenius itu. Padahal, dari sudut bahasa maupun
psikologi tentu ada semantik khusus yang perlu dipahami secara benar dan utuh.
Oleh :
Widianingsih . M.Ag
( Pemilik
Sekolah Sentra Bukit Pelangi Jatinangor)
“ASTAGFIRULLAH,
ni anak gak bisa dikasih tau ya. Mama bilang jangan naik ke sana, bahaya,”
seorang mama berteriak histeris ketika melihat bayi berusia 6 bulan menaiki
lantai ruangan yang lebih tinggi 20 cm dari ruang keluarga.
Anaknya
terus tumbuh. Mama pun masih histeris ketika melihat anaknya memegang pulpen
yang biasa dipakainya.
”Jangan
pegang pulpen, itu bahaya, nanti kena mata,” tukasnya.
Oleh :
Yulia
Setianingsih S.Pd.AUD
(Guru TK
PGRI Gelatik Jatinangor)
Sesungguhnya Allah SWT
telah memberikan anugerah yang sangat istimewa kepada setiap manusia yaitu
kecerdasan. Makhluk lain memiliki kecerdasan yang terbatas, sedangkan manusia
tidak. Melalui kecerdasan yang dimilikinya, manusia mampu memahami segala
fenomena kehidupan secara mendalam. Melalui kecerdasan pula manusia mampu
mengetahui suatu kejadian kemudian mengambil hikmah dan pelajaran darinya.
Manusia menjadi lebih beradab dan menjadi bijak karena memiliki kecerdasan itu.
Oleh karena itu, kecerdasan sangat diperlukan oleh manusia guna dijadikan
sebagai alat bantu di dalam menjalani kehidupannya di dunia.
Pendidik
PAUD tidak hanya berperan pada aspek akademik saja. Pendidik berperan dalam hal
pembelajaran (dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi), berperan
dalam proses administrasi kelas, dan berperan dalam psikologis anak (proses
pencegahan, penanganan, hingga rehabilitasi). Pembentukan karakter anak
termasuk dalam peran guru dalam bidang psikologis ini, karena guru harus
mencegah muncul karakter yang buruk, menanamkan karakter yang diharapkan, dan
memperbaiki karakter yang terlanjur rusak. Penanaman karakter di sekolah
membutuhkan pendidik PAUD yang dapat dijadikan tokoh sekaligus perancang dalam
proses pembentukan ini.
PERNAH melihat bocah laki-laki bermain boneka? Atau yang perempuan sedang memainkan mobil dengan remote control?
Jangan
khawatir. Kata psikolog Fabiola P. Setiawan, M. Psi, perilaku agak
"berbeda" itu bukanlah masalah. "Orangtua tidak perlu panik. (Perilaku)
Itu berkaitan dengan minat anak, (terkait) lingkungan yang tersedia di
sekitarnya," ujarnya kepada
Plasadana.com yang mewawancarainya untuk
Yahoo Indonesia.
Pertumbuhan anak dapat diartikan sebagai proses perubahan fisik.
Perubahan yang dimaksud dapat dilihat dari bertambahnya ukuran fisik (anggota
tubuh). Dengan kata lain, pertumbuhan lebih bersifat kuantitatif (angka)
sehingga pertumbuhan itu mudah diukur
dan menunjukkan perubahan yang dapat diamati secara fisik. Proses ini dapat
diukur, misalnya melalui penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan
lingkar kepala anak. Misalnya seorang anak menjadi tinggi dan besar.
1..Johann Heinrich
Pestalozzi
Johann Heinrich Pestalozzi adalah
seorang ahli pendidikan Swiss yang hidup antara 1746-1827. Pestalozzi adalah
seorang tokoh yang memiliki pengaruh cukup besar dalam dunia pendidikan. Pestalozzi
berpandangan bahwa anak pada dasarnya memiliki pembawaan yang baik. Pertumbuhan
dan perkembangan yang terjadi pada anak berlangsung secara bertahap dan
berkesinambungan. Lebih lanjut ia mengemukakan bahwa masing-masing tahap pertumbuhan
dan perkembangan seorang individu haruslah tercapai dengan sukses sebelum
berlanjut pada tahap berikutnya. Permasalahan yang muncul dalam suatu tahap
perkembangan akan menjadi hambatan bagi individu tersebut dalam menyelesaikan tugas
perkembangannya dan hal ini akan memberikan pengaruh yang cukup besar pada tahap
berikutnya.
A. Pengertian
Asesmen
Dahulu kita mengenal adanya Evaluasi Belajar
Tahap Akhir Nasional (EBTANAS) yang kemudian diganti menjadi Ujian Akhir
Nasional (UAN). Di akhir kelas enam SD atau kelas tiga SLTP dan SLTA, siswa
mengerjakan EBTANAS/UAN untuk menentukan lulus-tidaknya siswa tersebut.
EBTANAS/UAN tersebut berbentuk tes tertulis. Soal-soal yang ada didalamnya
menggambarkan materi pelajaran standar yang dipelajari siswa selama belajar di
sekolah. Proses seperti itu dikenal dengan istilah evaluasi yang biasanya
dilakukan setelah akhir suatu program. Tujuannya untuk mengukur keberhasilan
suatu program yang diwujudkan dalam bentuk angka atau skor. Jika anak
memperoleh nilai delapan puluh berarti anak tersebut menguasai delapan puluh
persen materi pelajaran dan berarti lulus.
Matematika merupakan salah satu jenis
pengetahuan yang dibutuhkan manusia dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari.
Misalnya ketika berbelanja maka kita perlu memilih dan menghitung jumlah benda
yang akan dibeli dan harga yang harus dibayar. Saat akan pergi, kita perlu
mengingat arah jalan tempat yang akan didatangi, berapa lama jauhnya, serta
memilih jalan yang lebih bisa cepat sampai di tujuan, dll.
Bila kita berpikir tentang matematika maka
kita akan membicarakan tentang persamaan dan perbedaan, pengaturan
informasi/data, memahami tentang angka, jumlah, pola-pola, ruang, bentuk,
perkiraan dan perbandingan.
 |
| Mengenalkan konsep matematika dapat dilakukan sambil bermain |
Melanjutkan postingan
terdahulu mengenai Membuat APE Sendiri, sepertinya memang para tendik PAUD dituntut untuk lebih kreatif terutama untuk
mengatasi keterbatasan APE yang ada di tiap lembaga. Jika ada uang memang tidak
salah jika kita membeli APE jadi dan siap pakai, namun jika keuangan lembaga
terbatas, tidak ada salahnya pula jika tendik PAUD kreatif membuat sendiri.
Alat peraga edukatif (APE) bagi sebuah
lembaga PAUD adalah barang wajib yang harus ada dan bagian yang tidak dapat
terpisahkan dari lembaga PAUD itu sendiri. Keberadaan APE sangat menunjang dalam pembelajaran anak di
sekolah secara efektif dan menyenangkan sehingga anak-anak dapat mengembangkan
berbagai potensi yang dimilikinya secara optimal.
Oleh
: Margot Gilman
Sebagai orangtua, tentu Anda ingin anak mendapatkan yang terbaik dalam hidup,
jadi wajar saja bila Anda ingin meningkatkan kemampuan intelektualitasnya.
Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda coba :
Anak
usia dini merupakan generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan perhatian
serius. Sejak lahir, anak memiliki berbagai potensi yang dikaruniakan Tuhan.
Potensi
tersebut perlu dirangsang dan difasilitasi agar dapat berkembang dengan
optimal. Banyak ahli menyatakan bahwa masa anak usia dini
merupakan masa peka dan amat penting bagi perkembangan anak. Stimulasi terhadap anak yang dilakukan
oleh orangtua maupun orang lain disekitar lingkungan anak akan membekas kuat
dan tahan lama. Kesalahan sedikit dalam memberikan stimulasi akan berdampak
negatif jangka panjang yang sulit diperbaiki. Roseau (Slamet Suyanto, 2003:
2-3) menggambarkan bahwa: masa peka tersebut ibarat saat yang tepat bagi
seorang tukang besi untuk menempa besi yang dipanaskan. Para penempa pasti tahu
benar kapan besi harus ditempa. Terlalu awal ditempa, besi sulit dibentuk dan
dicetak, sebaliknya apabila terlambat ditempa maka besi akan hancur. Jadi saat
yang paling baik bagi seorang anak untuk memperoleh pendidikan yang tepat adalah saat usia dini.
Membaca yang merupakan
salah satu aspek keterampilan berbahasa, juga merupakan komponen komunikasi tulisan. Dalam komunikasi
tulisan, lambang-lambang bunyi diubah
menjadi lambang-lambang tulisan, kemudian diubah menjadi makna, proses
perubahan inilah yang dibina dan
dikuasai pada araf awal keterampilan membaca.
Pendidik anak usia dini adalah profesi yang bertugas
merencanakan,melaksanakan proses pembelajaran, dan menilai hasil pembelajaran,
serta melakukan pembimbingan, pengasuhan dan perlindungan anak didik.
Pendidik PAUD bertugas di berbagai jenis layanan baik pada jalur
pendidikan formal maupun Non formal seperti TK/RA, KB, TPA dan bentuk lain yang
sederajat. Pendidik PAUD pada jalur pendidikan formal terdiri atas guru dan
guru pendamping; sedangkan pendidik PAUD pada jalur pendidikan nonformal
terdiri atas guru, guru pendamping, dan pengasuh.
Pembentukan
dan pembinaan Gugus PAUD saat ini menjadi sebuah kebutuhan, terutama oleh
para pendidik dan tenaga kependidikan PAUD. Semakin berkembangnya jumlah
lembaga PAUD yang ada sekarang ini merupakan salah satu indikator makin
sadarnya masyarakat akan pentingnya PAUD bagi tumbuh kembang anak.
Peningkatan
jumlah lembaga PAUD secara otomatis meningkat pula jumlah tenaga pendidiknya. Masalahnya adalah pengalaman, kemampuan dan
latar belakang pendidikan tenaga pendidik PAUD sangat bervariasi, sehingga
perlu adanya sebuah wadah yang dapat menjembatani kesenjangan tersebut agar
para pendidik PAUD dapat memberikan layanan maksimal kepada peserta didiknya.
 |
| Pertemuan Rutin PKG PAUD Kec. Jatinangor |