19 Sep 2013

Penilaian / Asesmen di TK


A. Pengertian Asesmen
Dahulu kita mengenal adanya Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (EBTANAS) yang kemudian diganti menjadi Ujian Akhir Nasional (UAN). Di akhir kelas enam SD atau kelas tiga SLTP dan SLTA, siswa mengerjakan EBTANAS/UAN untuk menentukan lulus-tidaknya siswa tersebut. EBTANAS/UAN tersebut berbentuk tes tertulis. Soal-soal yang ada didalamnya menggambarkan materi pelajaran standar yang dipelajari siswa selama belajar di sekolah. Proses seperti itu dikenal dengan istilah evaluasi yang biasanya dilakukan setelah akhir suatu program. Tujuannya untuk mengukur keberhasilan suatu program yang diwujudkan dalam bentuk angka atau skor. Jika anak memperoleh nilai delapan puluh berarti anak tersebut menguasai delapan puluh persen materi pelajaran dan berarti lulus.

Untuk anak TK, proses evaluasi seperti itu tidak sesuai, bahkan tes tertulis seperti itu sebaiknya dihindari kecuali untuk tujuan-tujuan tertentu. Pertimbangannya ialah bahwa anak TK belum bisa membaca dan menulis, selain itu tes tertulis dapat membuat anak  stress. Sebagai gantinya digunakan asesmen, yaitu suatu proses pengamatan, pencatatan, dan pendokumentasian kinerja dan karya siswa serta bagaimana proses ia menghasilkan karya tersebut . Asesmen tidak digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program, tetapi untuk mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar anak. Asesmen tidak dilakukan di kelas pada akhir program atau di akhir tahun TK, tetapi dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan sehingga kemajuan belajar siswa dapat diketahui. Caranya pun lebih alami, misalnya, saat anak bermain, menggambar, atau dari karya yang dihasilkan. Asesmen tidak mengkondisikan anak pada bentuk ujian. Dengan mengetahui bakat, minat, kelebihan, dan kelemahan siswa maka guru bersama-sama dengan orang tua siswa dapat memberi bantuan belajar yang tepat untuk anak sehingga dapat diperoleh hasil belajar yang tepat untuk anak sehingga dapat diperoleh hasil belajar yang aptomal.

B. Tujuan Dan Ruang Lingkup Asesmen
Tujuan asesmen di TK adalah sebagai berikut :
  1. Untuk mengetahui berbagai aspek perkembangan anak secara individual, dan sebagainya.
  2. Untuk diagnosa adanya hambatan perkembangan maupun identifikasi penyebab masalah belajar pada anak.
  3. Untuk memberikan tempat dan program yang tepat untuk anak, dalam hal ini untuk mengetahui apakah anak membutuhkan pelayanan khusus atau tidak.
  4. Untuk membuat perencanaan program (curriculum planning), dalam hal ini asesmen digunakan untuk memodifikasi kurikulum, menentukan metodologi, dan memberikan umpan balik (fedback).
  5. Untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah perkembangan pada anak.
  6. Untuk kajian penelitian
C. Prinsip Asesmen
1. Terencana
Penilaian dilakukan secara terencana sesuai dengan aspek perkembangan yang akan dinilai.
2.  Sistematis
Penilaian dilakukan secara teratur dan terprogram.
3.  Menyeluruh
Penilaian  mencakup semua aspek perkembangan anak baik moral dan nilai-nilai agama, sosial-emosional, kemandirian, berbahasa, kognitif, fisik/motorik, seni.
4. Berkesinambungan
Penilaian dilakukan secara bertahap dan terus menerus untuk memperoleh gambaran tentang  perkembangan anak didik. 
5. Obyektif
Penilaian dilaksanakan terhadap  semua aspek perkembangan   sebagaimana adanya.
6. Mendidik
Proses dan hasil penilaian dapat dijadikan dasar untuk memotivasi dan mengembangkan  anak didik  secara optimal.
7. Kebermaknaan
Hasil penilaian harus mempunyai arti dan bermanfaat bagi guru, orang tua, anak didik dan pihak lain.

D. Manfaat Asesmen
  1. Memberikan informasi tentang tingkat pencapaian kompetensi anak  yang berkaitan dengan bidang pengembangan pembiasaan dan bidang pengembangan kemampuan dasar.
  2. Memberikan umpan balik kepada guru untuk memperbaiki program dan kegiatan pembelajaran.
  3. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan kegiatan bimbingan terhadap perrtumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
  4. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk menempatkan anak dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.
  5. Memberikan informasi tentang tingkat pencapaian kompetensi anak  yang berkaitan dengan bidang pengembangan pembiasaan dan bidang pengembangan kemampuan dasar.
  6. Memberikan umpan balik kepada guru untuk memperbaiki program dan kegiatan pembelajaran.
  7. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk melakukan kegiatan bimbingan terhadap perrtumbuhan dan perkembangan anak secara optimal.
  8. Sebagai bahan pertimbangan bagi guru untuk menempatkan anak dalam kegiatan yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

E. Rambu-Rambu Penilaian Kelas
Dalam melaksanakan penilaian, guru sebaiknya:
  1. Memandang penilaian dan kegiatan belajar-mengajar secara terpadu.
  2. Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat penilaian sebagai cermin diri.
  3. Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pengajaran untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar anak.
  4. Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus anak.
  5. Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan kegiatan belajar anak.
  6. Menggunakan cara dan alat penilaian yang bervariasi. Penilaian kelas dapat dilakukan dengan cara tertulis, lisan, produk portofolio, unjuk kerja, proyek, dan tingkah laku.
F. Cara Dan Teknik Penilaian
Beragam teknik dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang perkembangan dan pertumbuhan anak di TK. Teknik mengumpulkan informasi tersebut pada prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan perkembangan dan  pertumbuhan anak berdasarkan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dicapai. Penilaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator  pencapaian hasil belajar yang memuat berbagai aspek perkembangan. Indikator-indikator pada setiap kompetensi dasar merupakan acuan yang digunakan untuk melakukan penilaian dengan menggunakan alat dan cara penilaian serta serangkaian prosedur.
1.  Cara Penilaian
a. Pengamatan (Observasi)
Pengamatan (Observasi) adalah cara pengumpulan data untuk memperoleh informasi melalui pengamatan langsung terhadap bidang pengembangan pembiasaan (agama, moral, sosial emosional, dan kemandirian) dan bidang pengembangan kemampuan dasar (kemampuan berbahasa, kognitif, fisik/motorik, dan seni) yang dilakukan sehari-hari secara terus menerus.
Agar observasi lebih terarah maka diperlukan buku bantu atau kertas catatan yang dikembangkan oleh guru untuk mencatat hal-hal yang dianggap dianggap perlu dan yang dituangkan dalam RKH.
b. Catatan Anekdot (Anecdotal Record)
Catatan anekdot adalah catatan tentang sikap dan perilaku anak secara khusus yang terjadi pada anak secara insidental/tiba-tiba atau dalam situasi tertentu.
Contoh Format Catatan Anekdot

FORMAT CATATAN ANEKDOT
ANAK TK
Kelompok                    :
Semester                     :
Tahun pelajaran        :

Tanggal

Nama
Anak
Peristiwa
Tafsiran
Permasalahan
Tindak lanjut dan Pemecahan
07-11-2010

Tidak mau bernyanyi bersama-sama
Ia sakit panas
Membawa Tukul ke Puskesmas











2. Teknik Penilaian
a. Unjuk Kerja (Performance)
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan anak dalam melakukan sesuatu, misalnya praktek menyanyi, olah raga, bermain peran, memperagakan seni. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan aspek –aspek yang  diamati agar dapat dinilai.
Teknik penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan alat atau format   instrumen daftar cek atau skala penilaian.
Contoh Penilaian Kinerja Bidang Pengembangan PEMBIASAAN:
Pada indikator“Berdoa sebelum dan sesudah melaksanakan kegiatan kegiatan”

1)   Menggunakan Daftar Chek

DAFTAR PENILAIAN  BERDOA

No
Nama Siswa
ASPEK YANG DINILAI
Jumlah yang diperoleh
Keberanian
Pengucapan Benar
Hafal
Mimik Baik
о
о
о
о















1














2














3















dst













Catatan :
  • = Anak yang belum mencapai indikator seperti diharapkan dalam RKH atau dalam melaksanakan tugas selalu dibantu guru.
       √      = Anak menunjukkan kemampuan sesuai dengan indikator yang tertuang dalam RKH.
0 = Anak yang sudah melebihi indikator yang tertuang dalam RKH atau mampu melaksanakan tugas tanpa bantuan secara tepat/cepat/ lengkap/benar.


2)    Menggunakan Skala Penilaian

FORMAT PENILAIAN BERNYANYI

No
ASPEK YANG DINILAI
NAMA SISWA



1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Keberanian












2
Berdiri Sempurna












3
Pengucapan Benar












4
Hafal Lagu












5
Irama/Nada Benar












6
Mimik Baik












Penjelasan:
Penilaian 1,2,3,dan 4, menunjukkan tingkatan nilai yang diperoleh
1 = belum berkembang
2 = sudah berkembang
3 = berkembang
4 = memiliki bakat khusus
Jika seorang anak memperoleh skor 24 dapat ditetapkan ”memiliki bakat khusus dalam bernyanyi”.

b. Hasil Karya (Product)
Hasil karya adalah hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan dapat berupa pekerjaan tangan atau karya seni. Penilaian hasil karya anak tidak  diperoleh dari hasil akhir saja tetapi juga proses pembuatannya.
Contoh format penilaian Produk :
Contoh Penilaian Produk Bidang Pengembangan  FISIK MOTORIK
Pada indikator “Membuat berbagai bentuk dengan menggunakan plastisin, playdough, tanah liat”

FORMAT PENILAIAN HASIL KARYA

No
Nama Anak
Aspek Yang Dinilai
Jumlah yang Diperoleh
IDE
Bentuk
Kerapihan
о
о
о
1











2











3
























c. Penilaian Sikap
1) Pengertian
Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau   andangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan.
Sikap terdiri dari tiga komponen, yakni: afektif, kognitif, dan konatif. Komponen afektif adalah  perasaan yang dimiliki oleh seseorang atau penilaiannya terhadap sesuatu objek. Komponen kognitif adalah kepercayaan atau keyakinan seseorang mengenai objek. Adapun komponen konatif adalah kecenderungan untuk berperilaku atau berbuat dengan cara-cara tertentu berkenaan  dengan kehadiran objek sikap.

2)Teknik Penilaian Sikap
Penilaian sikap dapat dilakukan dengan observasi perilaku . Perilaku seseorang pada umumnya menunjukkan kecenderungan dalam sesuatu hal. Misalnya orang yang biasa minum kopi dapat dipahami sebagai kecenderungannya yang senang kepada kopi. Oleh karena itu, guru dapat melakukan observasi terhadap peserta didik  yang dibinanya. Hasil observasi dapat dijadikan sebagai umpan balik dalam pembinaan.  Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku catatan khusus tentang kejadian-kejadian berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah. Berikut contoh format buku catatan harian :

No.
Hari/ Tanggal
Nama Siswa
Kejadian
(positif atau negatif)
Tindak Lanjut




















Catatan dalam lembaran buku tersebut, selain bermanfaat untuk merekam dan menilai perilaku peserta didik sangat bermanfaat pula  untuk menilai sikap peserta didik serta dapat menjadi bahan dalam penilaian perkembangan peserta didik secara keseluruhan.
d. Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi dan hasil percobaan/proses dalam bentuk diskripsi  baik berupa gambar atau tulisan sederhana yang dibuat anak. Kumpulan hasil selama satu periode dianalisis/dikaji untuk mengetahui tingkat perkembangan kemampuan anak berdasarkan kompetensi /indikator yang telah ditetapkan.
Data berupa hasil karya anak, untuk memperoleh kesimpulan tentang gambaran akhir  perkembangan anak. Penilaian jenis ini akan dapat mendeteksi setiap kemajuan yang diperoleh anak dari waktu ke waktu. Penilaian Portofolio dapat digunakan untuk bidang pengembangan pembiasaan dan bidang pengembangan kemampuan dasar.
e.  Penugasan (Project)
Penugasan merupakan cara penilaian berupa pemberian tugas yang harus dikerjakan anak dalam waktu tertentu baik secara perorangan maupun kelompok. Misalnya melakukan percobaan menanam biji.

G.   Langkah-Langkah Penilaian
1.  Menentukan jenis penilaian untuk setiap indikator yang dirumuskan di dalam silabus atau Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Teknik Penilaian. Tujuan
Pemetaan standar kompetensi dilakukan untuk memudahkan guru dalam menentukan teknik penilaian.
  1. Penilaian dilakukan seiring dengan kegiatan pembelajaran.
  2. Acuan yang digunakan dalam melaksanaan penilaian sehari-hari kompetensi yang tertuang pada rencana kegiatan harian (RKH) untuk setiap anak.
  3. Hal-hal dan cara pencatatan hasil penilaian harian dilaksanakan dengan cara sebagai berikut:
a. Catatlah hasil penilaian perkembangan anak pada kolom penilaian di rencana kegiatan harian (RKH). Ada tiga kelompok anak yang perlu dicatat, kelompok pertama, yaitu: anak yang belum mencapai atau melakukan/menyelesaikan pekerjaan masih selalu dibantu guru, kelompok kedua, yaitu: anak yang sudah atau mampu melakukan/menyelesaikan tugas tanpa bantuan guru secara tepat, cepat, dan benar, dan kelompok ketiga, yaitu: anak yang menunjukkan kemampuan melebihi indikator-indikator yang diharapkan dalam RKH.
b. Simbol yang digunakan untuk mencatat tingkat pencapaian anak untuk setiap indikator adalah sebagai berikut:
  • Anak yang selalu dibantu guru dalam melakukan/menyelesaikan tugas-tugas sesuai indikator seperti yang diharapkan dalam RKH, maka pada kolom penilaian dituliskan tanda lingkaran kosong (O) pada nama anak bersangkutan.
  • Anak yang sudah atau mampu melakukan/menyelesaikan tugas tanpa bantuan guru secara tepat, cepat, dan benar sesuai dengan indicator seperti yang diharapkan dalam RKH, maka pada kolom tersebut dituliskan nama anak dan tanda lingkaran berisi penuh .
  • Anak yang menunjukkan kemampuan sesuai dengan indikator yang tertuang dalam RKH, diberi dengan tanda cek (V).
5. Hasil catatan penilaian yang ada dalam rencana kegiatan harian (RKH) dirangkum dan  dipindahkan ke dalam format rangkuman penilaian perkembangan anak di TK.
a.  Apabila hasil penilaian perkembangan anak dalam 1 (satu) bulan pada RKH lebih cenderung memperoleh bulatan penuh maka hasilnya akan dipindahkan bulatan penuh pada rangkuman bulanan. Dan pada kolom keterangan ditampilkan jenis kegiatan pengayaan yang sesuai untuk anak bersangkutan.

 


b.  Apabila hasil penilaian pada perkembangan anak dalam 1 (satu) bulan pada RKH lebih cenderung memperoleh bulatan kosong maka hasilnya akan dipindahkan bulatan kosong pada rangkuman bulanan. Dan pada kolom keterangan ditampilkan jenis kegiatan remedial yang sesuai untuk anak bersangkutan.


c. Apabila hasil penilaian pada perkembangan anak dalam 1 (satu) bulan pada RKH lebih cenderung seimbang perolehan bulatan penuh dan bulatan kosong, maka hasilnya berupa tanda cek yang kemudian dipindahkan ke rangkuman bulanan. Dan pada kolom keterangan ditampilkan jenis kegiatan remedial dan pengayaan yang sesuai untuk anak bersangkutan.

d.    Data dari buku rangkuman selama 1 (satu) semester ditambah dengan data dari alat penilaian yang lain seperti absensi, catatan anekdot dianalisis dan disimpulkan sebagai dasar pembuatan laporan deskripsi.

H.       Pelaporan Hasil Penilaian
1.   Pengertian
Pelaporan merupakan kegiatan mengkomunikasikan dan menjelaskan hasil penilaian guru tentang pertumbuhan dan perkembangan anak.
2.   Bentuk Laporan
Berdasarkan hasil rangkuman perkembangan anak setiap penggalan tertentu,penilaian dilaporkan dalam bentuk uraian (deskripsi) singkat dari masing-masing bidang pengembangan di TK yaitu: (1) bidang pengembangan pembentukan perilaku melalui pembiasaan, dan (2) bidang pengembangan kemampuan dasar.
Uraian (deskripsi) dirumuskan berdasarkan hasil pencatatan penilaian dalam periode waktu satu semester. Hasilnya dibuat seobyektif mungkin sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang salah bagi orang tua/wali atau bagi yang berkepentingan dalam bentuk Laporan Perkembangan Anak di TK . Contoh bentuk pelaporan perkembangan anak di TK dapat dilihat pada lampiran.
3.    Teknik Melaporkan Hasil Penilaian
Laporan Perkembangan Anak di TK dilaporkan oleh kepala/guru TK secara lisan dan tertulis. Cara yang ditempuh dapat dilaksanakan dengan bertatap muka serta dimungkinkan adanya hubungan dan informasi timbal balik antara pihak TK dan orang tua/wali. Hal yang perlu diingat dalam pelaksanaan kegiatan ini hendaknya menjaga kerahasiaan data atau informasi, artinya bahwa data atau informasi tentang anak hanya diinformasikan dan dibicarakan dengan orang tua/wali anak yang bersangkutan atau tenaga ahli dalam rangka bimbingan selanjutnya.
Pada umumnya orang tua menginginkan jawaban dari pertanyaan tentang:
·  Keadaan anak waktu belajar di sekolah secara fisik, akademik, sosial dan emosional.
·      Partisipasi anak dalam kegiatan di sekolah.
·      Kemampuan/kompetensi yang sudah dan belum dikuasai anak.
·      Yang harus dilakukan orang tua untuk membantu dan mengembangkan anak lebih lanjut.
Untuk hal tersebut, informasi yang diberikan kepada orang tua/wali hendaknya:
·      Menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
·      Menitikberatkan kekuatan dan apa yang telah dicapai anak.
·      Memberikan informasi tentang tingkat pencapaian dan perkembanga hasil belajar anak secara bijaksana.
·      Memberikan masukan tentang tingkat pencapaian anak pada seluruh kompetensi

Ditulis Oleh : pkg paud jatinangor // 07.28
Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Lencana Facebook

Buku Tamu